Sabtu, 13 Oktober 2012

Kalori berlebih, bukan halangan




Publishia. Dulu, buah alpukat dengan ciri khas bertekstur lembut ini, dikenal juga sebagai mentega yang memiliki cita rasa enak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Paul Lachance di Rudger University menemukan bahwa alpukat merupakan salah satu dari 10 makanan kaya gizi terbaik. Dia menemukan bahwa tiap onsnya, buah alpukat berada pada peringkat atas daftar untuk folat, kalium, magnesium, dan vitamin E diantara buah lainnya.


Dan tak hanya itu, alpukat memiliki kadar lemak tinggi untuk ukuran buah dengan kandungan kalori hingga mencapai lebih dari 80% yang menyebabkan sebagian orang enggan mengonsumsi buah tersebut. Padahal, dua per tiga lemak kalori dalam alpukat adalah “lemak baik”, jenis lemak tak jenuh yang memiliki ikatan rangkap berperan menurunkan kolesterol dan trigliserida, semacam lemak dalam darah yang seringkali berujung pada penyakit jantung.
Dibalik multi-fungsi dari buah yang penyajiannya diupayakan setengah matang ini, ada kompensasinya. Pada tiap onsnya, alpukat yang kandungan kalorinya di atas rata-rata dan diperkirakan satu buah alpukat mencapai 300 kalori. Untuk menghabiskan buah alpukat dengan tekstur lunaknya tak terlalu sulit atau bias dikatakan mudah bagi seorang remaja ataupun dewasa. Artinya, jika ingin mengonsumsi buah yang satu ini untuk menikmati khasiatnya, maka harus mengurangi asupan kalori dari makanan lain agar tubuh tak mengalami gangguan fisiologi yang timbul akibat konsumsi makanan berlebih. (Hb)

Penulis : Herman Brawijaya
Foto : Dok.Google



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;